DPMD Kukar Perkuat Transformasi Arsip Digital Demi Keberlanjutan Pembangunan Desa
Tim Pengawasan Pengelolaan Kearsipan DPMD Kukar. (Pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Arsip bukan sekadar tumpukan dokumen. Bagi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar),
arsip menjadi fondasi penting yang menjaga kesinambungan pembangunan desa. Di
balik berkas-berkas dan file digital itu, tersimpan jejak langkah pembangunan
yang harus dijaga untuk masa depan.
Hal ini ditegaskan
oleh Kepala Bidang Kerja Sama Desa DPMD Kukar, Dedy Suryanto, yang menyebut
bahwa sistem kearsipan di instansinya kini telah berjalan cukup baik.
Menurutnya, pengelolaan arsip bukan hanya sekadar administrasi, tetapi bagian
dari upaya menjaga akuntabilitas dan kesinambungan kerja pemerintah daerah.
“Setiap kegiatan yang
dilakukan harus memiliki jejak yang jelas. Dengan arsip yang tertata rapi,
siapa pun yang melanjutkan program nantinya bisa dengan mudah memahami dan
meneruskan apa yang sudah ada,” ujar Dedy saat ditemui beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan,
setiap kegiatan pembangunan kini diarahkan untuk memiliki jadwal dan
dokumentasi lengkap, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Semua arsip itu
akan menjadi sumber data penting, terutama bagi pejabat baru atau pihak lain
yang melanjutkan program di kemudian hari.
Tak berhenti di situ,
Dedy mengungkapkan bahwa DPMD Kukar juga mulai beralih ke sistem kearsipan
digital. Langkah ini menjadi bagian dari upaya modernisasi tata kelola
pemerintahan desa.
“Transformasi ke
digital membuat dokumen lebih mudah diakses, aman, dan bisa tersimpan dalam
jangka panjang. Ini akan sangat membantu efektivitas kerja,” jelasnya.
Menurutnya, dukungan
dari Pemerintah Provinsi juga dibutuhkan agar sistem ini semakin kokoh dan
terintegrasi dengan baik di seluruh Kabupaten. Dengan begitu, proses
pembangunan desa tidak hanya berjalan efisien tetapi juga terpantau secara
sistematis.
“Harapannya, ke depan
seluruh dokumen perencanaan dan pelaksanaan bisa terdokumentasi sempurna.
Setiap kegiatan harus punya jejak administrasi yang jelas, sehingga bisa jadi
rujukan yang berguna bagi generasi berikutnya,” tambahnya.
Dedy menilai, arsip
yang dikelola dengan baik tak ubahnya seperti peta jalan pembangunan. Data-data
tersebut bisa menjadi bahan evaluasi maupun pembelajaran untuk memperbaiki
program yang akan datang.
“Ini bukan hanya
dokumentasi, tapi juga investasi pengetahuan bagi pemerintahan desa di masa
depan,” terangnya.
Dengan sistem kearsipan yang semakin modern dan teratur, Dedy menilai pembangunan kawasan perdesaan di Kukar akan semakin berkesinambungan, terarah, dan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas. (Adv/Tan)